RRQ Hoshi dipastikan tidak akan berlaga di playoff MPL Indonesia Season 17. “King of Kings” menelan dua kekalahan di Week 7, takluk 0-2 dari EVOS di Classic Derby dan 0-2 dari Geek Fam, mengonfirmasi apa yang sudah tersirat dari klasemen selama berminggu-minggu. Ini adalah musim kedua berturut-turut RRQ absen dari postseason, setelah finis di posisi kedelapan pada MPL ID S16 Oktober lalu.
Kalau kamu fans Kingdom, ini pasti terasa berat. Dua musim berturut-turut tanpa playoff buat salah satu organisasi MLBB paling ikonik โ sesuatu yang setahun lalu rasanya mustahil terjadi.
Dari Grand Final ke Juru Kunci dalam Dua Musim
Betapa cepatnya kejatuhan ini perlu sedikit konteks. Di MPL ID Season 15 (pertengahan 2025), RRQ Hoshi melaju ke grand final dan memaksa ONIC Esports bermain tujuh game sebelum akhirnya kalah 3-4. Enam bulan berselang, mereka tersandung dengan rekor 6-10 di S16 dan finis di urutan kedelapan. Semua orang berharap perombakan besar bisa memperbaiki masalah yang ada.
Nyatanya, S17 malah memperburuk segalanya.
RRQ memulai musim ini dengan roster yang sudah dirombak. Super Kenn kembali ke posisi jungle, Rinz bertahan di mid lane, Idok mengisi spot roamer, Super Toyy bertugas di gold lane, dan SuperDann, pemain muda asal Filipina dari RRQ Kaito, menempati EXP lane. Di atas kertas, susunan ini terlihat seimbang. Tapi di lapangan, tim ini cuma meraih rekor 0-8 dalam lima minggu pertama, hanya mengumpulkan 3 kemenangan individu dari 16 game, dan terdampar di posisi juru kunci dengan selisih game -13.
Memasuki Week 6, Idok dan kawan-kawan akhirnya meraih kemenangan seri pertama mereka, sweep 2-0 atas Bigetron. Satu kemenangan itu saja sudah mendatangkan lebih dari 2 juta penonton bersamaan di siaran. Kingdom tetap hadir, bahkan saat hasil tak berpihak.
Week 7: Pintu Tertutup
RRQ harus memenangkan semua sisa pertandingan untuk punya peluang matematis ke posisi enam. Di Week 7, mereka harus menghadapi EVOS dan Geek Fam, dua tim yang juga sedang berjuang demi tiket playoff mereka sendiri.
Classic Derby hadir lebih dulu pada 9 Mei. EVOS menyapu RRQ 2-0, tampil disiplin dan terorganisir di sepanjang kedua game. EVOS belakangan ini mengadopsi pendekatan yang oleh para analis disebut gaya PH dalam macro play: rotasi yang sabar, kontrol objektif yang rapi, dan meminimalkan teamfight yang dipaksakan. Kedisiplinan itu terlihat jelas saat melawan RRQ, yang tidak mampu menemukan celah di fase mid game.
Saat melawan Geek Fam, RRQ sempat menunjukkan harapan di Game 1 dengan merebut dua Turtle di awal. Tapi Kennzyskie membalik pertarungan Lord yang menentukan menggunakan Harith, melibas empat anggota RRQ sekaligus untuk meraih medal Maniac, dan Geek Fam menutup kedua game untuk menang seri 2-0.
Dengan hasil itu, RRQ resmi tersingkir secara matematis dari persaingan playoff.
Pertanyaan Soal Dyrennn
Satu keputusan yang terus muncul dalam diskusi komunitas: mengirim Rendy “Dyrennn” Syahputra ke RRQ Tora di MPL Malaysia.
Dyrennn meninggalkan RRQ Hoshi pada 12 Maret 2026, bergabung dengan roster RRQ Tora yang baru dibentuk untuk MPL MY S17. Transfer ini merupakan bagian dari ekspansi RRQ ke Malaysia, mempertemukan Dyrennn dengan roamer asal Filipina Super Yoshi dan lineup campuran Malaysia/Indonesia yang dilatih oleh mantan pemain ONIC, Sasa.
Sementara RRQ Hoshi tidak menang selama lima minggu berturut-turut, Dyrennn justru menemukan performa terbaiknya di Malaysia. Kontras ini terasa menyakitkan bagi fans Kingdom. Para analis menilai Dyrennn adalah salah satu dari sedikit pemain yang mampu menjadi fondasi permainan RRQ, dan kepergiannya meninggalkan kekosongan kepemimpinan yang tidak bisa diisi oleh pemain-pemain muda seperti SuperDann dan Yehezkiel.
CEO RRQ Andrian Pauline secara terbuka menyatakan bahwa hasil scrim mereka bagus sepanjang musim. Tapi hasil di atas panggung bercerita lain. Sebagai seseorang yang pernah melihat ini dari dalam org-org Indonesia: scrim yang bagus tidak berarti apa-apa kalau tim tidak bisa membawa kepercayaan diri itu ke bawah tekanan panggung. Draft yang tidak nyambung, eksekusi mid game yang ragu-ragu, dan koordinasi late game yang buruk terus berulang dari satu pertandingan ke pertandingan lain.
Apa yang Salah: Pembahasan Lebih Dalam
| Masalah | Detail |
| Tidak ada shot-caller yang jelas | Kepergian Dyrennn menghilangkan pemimpin vokal tim. Idok dan Rinz tidak bisa mengisi peran itu secara konsisten |
| Krisis identitas draft | RRQ berganti-ganti strategi setiap minggu tanpa benar-benar berkomitmen pada satu sistem |
| Transisi yang gagal | Tim sering unggul di awal game tapi kolaps saat eksekusi mid-to-late |
| Ketidakstabilan roster | Kuroky sering menggantikan Toyy; Rinz sesekali masuk menggantikan Yehezkiel |
Angka-angka pun membuktikannya. RRQ hanya mengamankan 13 Lord sepanjang paruh pertama musim ini. Lawan-lawan mereka menghukum setiap keraguan di sekitar objektif besar.
Persaingan Klasemen MPL ID S17: Situasi Terkini
Dengan RRQ yang sudah tersingkir, peta playoff terus berubah. Inilah gambaran terkini menjelang pekan-pekan terakhir:
| Tim | Rekor | Status Playoff |
| ONIC | 10-2 | Lolos (Week 6) |
| DEWA United | 8-4 | Hampir pasti lolos |
| EVOS / Alter Ego / TLID | Papan tengah | Bersaing memperebutkan tempat |
| Geek Fam / Bigetron | Papan tengah | Di ambang batas |
| RRQ Hoshi | Juru kunci | Tersingkir |
Enam tim akan melaju ke playoff di Jakarta International Velodrome, dengan grand final dijadwalkan pada 14 Juni. Regular season akan berakhir di Week 9.
Kebangkitan EVOS jadi salah satu cerita menarik di split ini. Setelah tampil inkonsisten di awal, mereka mengadopsi gaya macro-heavy yang meniru tim-tim MPL Philippines. Sweep bersih 2-0 atas RRQ dan Team Liquid ID di Week 7 menempatkan mereka di posisi yang kuat untuk postseason.
Apa Selanjutnya untuk King of Kings
Dua musim berturut-turut tanpa playoff berarti manajemen RRQ menghadapi offseason paling krusial dalam beberapa tahun terakhir. Diskusi komunitas sudah beralih ke kemungkinan perubahan roster untuk MPL ID Season 18. Perombakan coaching staff kemungkinan besar masuk dalam agenda, dan banyak fans yang menginginkan Dyrennn kembali dari Malaysia.
RRQ masih punya dua pertandingan tersisa di regular season S17: melawan Alter Ego (23 Mei) dan DEWA United (24 Mei). Tanpa beban playoff, mereka bisa jadi batu sandungan berbahaya bagi tim-tim yang masih berjuang untuk lolos. RRQ yang bermain dengan kebebasan demi harga diri sangat mungkin menciptakan upset yang mengubah klasemen akhir.
Untuk Kingdom, situasi jangka pendek ini memang menyakitkan. Dua musim tanpa playoff bagi sebuah franchise yang pernah meraih gelar back-to-back di S5 dan S6 terasa seperti kenangan jauh di masa lalu. Proses rebuild harus lebih dari sekadar ganti pemain. Sistem, identitas, dan kepemimpinan di atas panggung semuanya butuh jawaban sebelum Season 18 dimulai.