Lima hari lagi menuju event PUBG Mobile terbesar di 2026 sejauh ini. PUBG Mobile Global Open 2026 Season 1 resmi dimulai pada 2 Juni di Tennis Indoor Stadium Senayan, Jakarta, Indonesia, dengan 32 tim dari seluruh dunia bersaing memperebutkan hadiah senilai $500.000 sekaligus poin krusial untuk kualifikasi PMGC.

Sang juara bertahan PMGO, Regnum Carya, gagal lolos setelah tampil mengecewakan di Turkey Finals. Artinya, Jakarta bakal melahirkan juara baru. Lapangan sudah penuh sesak dengan para juara regional, sang juara PMGC yang masih bertakhta, hingga sejumlah dark horse yang siap mengacak-acak bracket.

Berikut breakdown para kontender terkuat per region menjelang Main Event PMGO 2026 Season 1.

Asia Tenggara: Roster Dalam, Pemimpin Jelas

SEA mengirim lima tim ke Jakarta melalui regional finals yang digelar di Bangkok, 15-17 Mei. Hasilnya langsung jadi gambaran awal seperti apa persaingan di turnamen ini.

Team Flash (Vietnam) merebut gelar juara SEA Finals dengan cara yang dramatis. Persaingan gelar berakhir lewat tiebreaker poin placement setelah Match 19 di Erangel, dengan selisih hanya enam poin antara tiga tim teratas. Flash mengamankan back-to-back WWCD di Day 1 dan terus menjaga momentum itu hingga hari terakhir. Rotasi late-game dan penguasaan zone mereka terlihat lebih tajam dibanding tim mana pun di region ini sepanjang musim semi.

TimRegionHasil SEA FinalsJalur Kualifikasi
Team FlashVietnam1stSEA Finals
eArenaThailand2ndSEA Finals
RRQ RYUIndonesia3rdSEA Finals
Bigetron by VitalityIndonesia4thSEA Finals
Team PandumIndonesia5thJuara PMPL ID Spring (pre-qualified)
VOIN EsportsIndonesia6thSEA Finals (mewarisi slot Pandum)
BOOM EsportsIndonesiaโ€”Juara PMIO 2026 (kualifikasi terpisah)

Team Pandum mengunci tiket Main Event mereka dengan menjuarai PMPL Indonesia Spring 2026 bahkan sebelum SEA Finals berlangsung. Mereka memang finis di posisi 5 di event regional itu, tapi tiket ke Jakarta sudah di tangan lebih dulu. Total ada tujuh wakil Indonesia yang tersebar di kedua grup, memberi keuntungan jumlah yang cukup besar bagi tuan rumah.

RRQ RYU sempat memimpin klasemen SEA Finals menjelang pertandingan terakhir, tapi gagal mempertahankan posisi di momen yang paling krusial. Bakatnya jelas ada, yang jadi tanda tanya adalah faktor clutch mereka.

SEA secara keseluruhan menyumbang blok tim terbesar di event ini. Kedalaman roster sangat penting dalam format di mana lolos dari Group Stage bergantung pada konsistensi di enam pertandingan per hari.

Amerika Selatan: Sang Juara PMGC Kembali

Alpha7 Esports tiba di Jakarta membawa dua gelar sekaligus: juara SAM Finals dan juara bertahan PMGC 2025. Organisasi asal Brasil itu memuncaki South America Finals dengan 130 poin, sekaligus menjadi tim pertama yang memicu ambang batas Smash Rule di angka 140 poin pada Day 3. Rekam jejak internasional Alpha7 tak tertandingi di antara semua tim yang hadir. Mereka paham cara tampil di LAN, tahu cara mengelola tekanan dalam skenario Smash Rule, dan datang dengan kepercayaan diri sebagai tim yang menjuarai event PUBG Mobile terbesar di dunia enam bulan lalu.

FURIA Esports finis kedua di SAM Finals dengan 111 poin dan akan berusaha meneruskan performa regional yang solid. FURIA memang belum punya pengalaman internasional seperti Alpha7, tapi firepower mereka cukup untuk bersaing di Group Stage.

Alpha7 masuk ke Group A bersama Team Flash, yang membuat satu sisi bracket itu jauh lebih berat untuk dilalui.

MENA: Enam Tim, Banyak Ancaman

Region MENA mengirim enam tim ke Jakarta, mencerminkan pengaruhnya yang terus tumbuh di kancah PUBG Mobile kompetitif. MENA Finals menarik 140.338 Peak Viewers, salah satu angka penonton tertinggi dari semua kualifikasi di siklus ini.

AlUla Club merebut gelar juara MENA Finals. Nigma Galaxy finis kedua dan langsung masuk radar sebagai kandidat kuat podium di level global. Nigma pernah jadi runner-up PMGO 2025 di Uzbekistan tahun lalu, menjadikan mereka wakil MENA dengan pengalaman internasional paling relevan.

721 Esports, ETSH Esports, Geekay Esports, dan R8 Esports (Arab Saudi) melengkapi kontingen MENA. R8 memimpin The Gauntlet di PMGC 2025 dengan 154 poin sebelum terhenti di Grand Finals, jadi mereka membawa pengalaman LAN yang nyata ke Group B.

Turki dan EECA: Wajah Baru, Ambisi Lama

Turki secara tradisional selalu jadi salah satu region terkuat PUBG Mobile di persaingan internasional. Absennya Regnum Carya meninggalkan celah yang terasa, tapi tim-tim yang berhasil lolos bukan tanpa potensi.

ULF Esports menjuarai Turkey Finals dan masuk Group B sebagai tim Turki dengan unggulan teratas. FUT Esports, salah satu organisasi esports paling mapan di Turki, finis di posisi kedua. Gaming Stars Esports mengakuisisi roster Black Esports pada pertengahan Mei dan merebut slot ketiga Turki.

Region EECA menyumbang empat tim: Aurora Gaming, GOAT Team, The Vicious, dan TT Project. Tim-tim ini menghadapi perjuangan berat melawan lawan yang lebih berpengalaman, tapi format Battle Royale lebih menguntungkan tim yang adaptif dibanding yang sekadar mengandalkan firepower. Satu atau dua circle yang tepat bisa membalikkan posisi di Group Stage.

Asia Selatan: Mental Baja di Atas Segalanya

4thrives Esports (Pakistan) dan Horaa Esports (Nepal) masuk SA Finals sebagai direct invite dan membuktikan kelayakan status itu dengan finis pertama dan kedua. Trained to Kill merebut slot ketiga menuju Main Event.

Tim-tim Asia Selatan cenderung bermain agresif di rotasi awal, yang membuat hasil pertandingan mereka jadi sangat tidak terduga. Dalam Group Stage 16 tim di mana poin placement cepat menumpuk, pendekatan itu bisa berbuah manis atau runtuh hanya dalam dua circle yang buruk.

4thrives tampil paling tenang sepanjang SA Finals yang digelar di Lahore, dan mereka berada di Group A bersama beberapa kontender kuat lainnya.

Recap Format dan Hal-Hal yang Wajib Diperhatikan

TahapTanggalTimKelolosan
Group Stage2-3 Juni32 (2 grup isi 16)Top 6 per grup ke Grand Finals
Survival Stage4 Juni16 (peringkat 7-14 dari grup)Top 4 ke Grand Finals
Grand Finals6-7 Juni16Smash Rule di Day 2

Format Smash Rule di hari terakhir berarti mencapai ambang batas poin baru langkah pertama. Setelah itu, tim harus memenangkan satu pertandingan saat sudah berstatus Match Point Eligible untuk mengunci gelar juara. Alpha7 sudah pernah melalui format ini persis di SAM Finals dan keluar sebagai pemenang. Pengalaman semacam itu sangat berarti di babak final yang penuh tekanan.

Lima Tim yang Wajib Dipantau di Jakarta

Alpha7 Esports datang membawa kredensial PMGC 2025, dominasi di SAM Finals, dan pengalaman Smash Rule. Mereka adalah kandidat favorit konsensus yang paling mendekati di turnamen ini.

Team Flash mencapai puncak performa di waktu yang tepat di Bangkok dan bermain dengan gaya yang mengutamakan disiplin, cocok untuk lingkungan LAN. Penguasaan zone mereka di circle akhir adalah yang terbaik dari seluruh tim SEA musim semi ini.

Nigma Galaxy pernah jadi runner-up PMGO 2025 dan punya pengalaman global yang nyata dari Tashkent. Konsistensi selama beberapa hari pertandingan adalah kekuatan terbesar mereka.

R8 Esports memimpin Gauntlet PMGC 2025 dan punya pemahaman mendalam soal lobby internasional. Penempatan mereka di Group B membuka peluang nyata untuk lolos langsung ke Grand Finals.

RRQ RYU punya bakat yang cukup untuk bersaing dengan siapa pun di sini, tapi kegagalan mereka di SEA Finals pada Match 19 memunculkan tanda tanya soal mental saat tekanan mencapai puncaknya. Jakarta adalah kandang sendiri. Itu pasti ada pengaruhnya.

Prediksi PMGO 2026 Season 1 masih condong ke tim-tim SEA dan Amerika Selatan yang mendominasi Grand Finals, tapi kehadiran enam tim MENA dan kedalaman Turki bisa mengubah peta persaingan. Tiga puluh dua tim, lima hari, satu trofi. Jakarta sudah siap.