Belum ada satu pun tim yang bisa menyentuh mereka. Team Liquid Philippines baru saja menutup putaran pertama MPL PH Season 17 dengan rekor sempurna 7-0, dan di titik ini, pertanyaan “Siapa yang bisa menghentikan the Cavalry?” sudah terasa seperti pertanyaan retoris.

Ujian terakhir di putaran pembuka datang dari ONIC Philippines pada 19 April, dan hasilnya sama sekali tidak ketat. Team Liquid menutup seri dengan skor 2-0, memperpanjang rivalitas yang sudah mendefinisikan MLBB Filipina selama bertahun-tahun sekaligus memberi pernyataan yang sangat jelas: roster ini, meski sudah melalui perombakan besar di offseason, memang bukan kaleng-kaleng.

Bagaimana Team Liquid Menyapu ONIC PH

Golden Rivalry memang selalu menghadirkan hype yang besar, tapi skor akhirnya hanya bercerita satu sisi.

Di Game 1, ONIC sempat unggul lebih dulu. K1NGKONG mengamankan Turtle menit ke-6 dengan Suyou, dan Granger milik Savero mencetak triple kill saat bentrok di mid lane sekitar menit ke-14. Sesaat, Super Family terlihat seperti tim pertama yang mampu menembus pertahanan Team Liquid musim ini. Tapi ketenangan the Cavalry di situasi krusial kembali jadi penentu. KarlTzy turun dengan Fredrinn dan memenangkan pertarungan Lord di menit ke-20 yang krusial, memicu serangan base yang tidak bisa ditahan ONIC. Sanji mengunci kemenangan lewat Yve dengan Real World Manipulation sebagai tanda selesai, sementara Sanford meraih MVP Game dengan Freya dan KDA apik 5/2/4.

Game 2 bahkan lebih satu sisi lagi. KarlTzy beralih ke Suyou, mengamankan Lord tanpa perlawanan, lalu mencetak dua kill dalam team clash menit ke-11 yang langsung memecah permainan. Di sisi lain, Claude milik Teddy fokus pada kerusakan turret untuk menutup map. KarlTzy menutup game itu dengan KDA bersih 9/0/1 sekaligus menyabet MVP, dan tidak ada lagi keraguan soal siapa yang mengendalikan ritme liga ini saat ini.

Kenapa Rekor 7-0 Ini Begitu Luar Biasa

Team Liquid memasuki Season 17 di tengah banyak tanda tanya. Oheb, gold laner andalan mereka, hengkang secara mendadak dan kontroversial hingga akhirnya berbuntut sengketa hukum. Organisasi sempat mendatangkan import dari Indonesia, AeronnShikii, yang dipinjam dari Team Liquid Indonesia, tapi masalah administrasi seputar izin kerjanya membuat ia tidak pernah bisa dimainkan. Memasuki akhir Week 1, AeronnShikii meninggalkan boot camp dan kembali ke TLID tanpa sempat turun satu pertandingan pun.

The Cavalry harus bergerak cepat. Daiki, talenta lokal dari sistem TL Academy, masuk sebagai gold laner utama di minggu-minggu awal, dan Teddyqt (Dave Viaรฑa) dipromosikan dari roster academy untuk memperkuat rotasi gold lane. Coach Aeon, mantan pelatih Team SMG SG, mengambil alih kursi head coach dengan SN4P sebagai asistennya.

Para skeptis mempertanyakan apakah semua gejolak ini akan merusak chemistry yang sudah mengantarkan gelar MPL PH back-to-back di Season 15 dan 16 plus juara MSC 2025. Empat minggu berjalan, jawabannya tegas: tidak sama sekali. Trio inti KarlTzy, Sanford, dan Sanji bukan sekadar mempertahankan level mereka โ€” mereka justru tampil lebih tajam. Evolusi KarlTzy dari pemain assassin flamboyan menjadi jungle general yang berorientasi utility memberi the Cavalry fleksibilitas taktis yang tidak bisa ditandingi lawan mana pun. Sanford terus memenangkan duel di EXP lane yang di atas kertas tampak mustahil, sementara kehadiran Sanji di mid lane menghadirkan burst damage dan crowd control yang konsisten untuk rotasi jungle-mid.

Jaypee di posisi roamer menjadi perekat semuanya dengan shot-calling ala veteran, sementara Teddy dan Daiki sudah membuktikan bahwa mereka mampu berdiri kokoh di gold lane meski harus mengisi sepatu besar yang ditinggalkan Oheb. Seperti yang dikatakan Coach Aeon usai seri melawan ONIC: “Ada lebih dari satu cara untuk menang. Kuncinya adalah seberapa banyak cara itu yang bisa kita kuasai.”

Klasemen MPL PH Season 17 Setelah Week 4

Begini posisi klasemen setelah putaran pertama double round-robin selesai:

PeringkatTimM-KCatatan
1Team Liquid PH7-0Putaran pertama sempurna
2Team Falcons PH6-1Satu-satunya kekalahan dari TLPH
3ONIC Philippines4-3Rebound solid di Week 3-4
4Aurora Gaming PH3-4Kalah mengejutkan dari Smart Omega di Week 4
5Twisted Minds PH3-4Unggul dari Aurora lewat selisih game
6AP.Bren2-5Nyaris di dalam zona playoff
7Smart Omega2-5Sama poin dengan AP.Bren, kalah head-to-head
8TNC Pro Team1-6Terbenam di zona degradasi

Enam tim teratas lolos ke Playoffs (27-31 Mei). Team Falcons PH dengan rekor 6-1 tampil sebagai penantang terkuat, dengan satu-satunya kekalahan datang dari Team Liquid di Week 2. ONIC Philippines bertengger di posisi ketiga dan pasti sudah menyiapkan rencana balas dendam di putaran kedua. Sementara itu, juara bertahan M7 World Championship Aurora Gaming PH terjungkal ke rekor mengejutkan 3-4 setelah di-reverse sweep oleh Smart Omega di Week 4.

Di papan bawah, TNC Pro Team dan kelompok tim berrekor 2-5 menghadapi tekanan eliminasi nyata dengan tujuh pertandingan tersisa di regular season.

Langkah Selanjutnya bagi The Cavalry

Putaran kedua dimulai pada 24 April dengan laga besar: Aurora Gaming PH vs. Team Liquid PH pukul 17.00 PHT. Ini adalah rematch dari pembuka Season 17 (yang dimenangkan Team Liquid 2-1) dan bisa dibilang pertandingan paling penting akhir pekan itu.

Aurora akan turun dalam kondisi haus poin setelah kekalahan mengejutkan dari Smart Omega. Team Liquid punya target yang lebih besar: membuktikan bahwa dominasi mereka bukan sekadar fenomena putaran pertama.

Jika the Cavalry bisa mempertahankan performa ini hingga babak kedua, pertanyaannya bukan lagi “Bisakah mereka three-peat?” tapi “Adakah yang mampu membuat Playoffs ini menjadi lebih menarik?” Jalan mereka menuju kualifikasi MSC 2026 sudah terlihat jelas, tapi KarlTzy dan kawan-kawan jelas tidak tertarik untuk sekadar jalan santai.

Tujuh sudah terlewati. Tujuh lagi menanti. Dan saat ini, belum ada satu pun tim di Filipina yang punya jawaban untuk mereka.