Regular season MPL Indonesia Season 17 resmi berakhir pada 24 Mei, dan klasemen akhirnya menghadirkan pekan penutup paling gila yang pernah disaksikan skena MLBB Indonesia. Sembilan pekan penuh pertandingan, upset, hot streak, dan momen patah hati semuanya bermuara pada satu malam Minggu di XO Hall, Jakarta. Kini kita sudah tahu enam tim yang melaju ke Velodrome untuk playoff, sekaligus tiga tim yang harus pulang lebih awal.
Kalau kamu melewatkan Week 9, siap-siap ya. Ini rekap yang wajib kamu baca sebelum MPL ID S17 playoff makin memanas.
๐ ONIC Sudah Kunci Gelar Sejak Week 8
Mulai dari yang teratas dulu, karena urusan ONIC di sini cukup simpel. Kairi dan kawan-kawan sudah mengamankan gelar juara regular season sejak Week 8 usai menghajar Dewa United 2-0 pada 15 Mei. Saat itu rekor mereka sudah absurd banget, 12-2 dengan net game differential +20. Tidak ada tim lain yang mendekati tingkat konsistensi itu.
Week 9 membawa satu-satunya ganjalan ketika Bigetron by Vitality menjatuhkan mereka 2-1 di hari Sabtu, sekaligus menandai kemenangan kedua BTR atas ONIC musim ini. Rekor akhir sang juara bertahan: 13 menang, 3 kalah, 13 match point. Ketiga kekalahan mereka datang dari BTR sebanyak dua kali (Week 3 dan 9) serta Geek Fam sekali (Week 5). Upper bracket sudah diamankan. Mahkota regular season sudah di tangan. ONIC terlihat seperti tim yang memang berniat mempertahankan trofi mereka.
๐ฅ Week 9: Ketika Segalanya Berantakan (dan Tersusun Kembali)
Pekan terakhir seharusnya tinggal menentukan posisi 2 sampai 6. Itu memang terjadi. Tapi sekaligus melahirkan kejutan terbesar sepanjang musim ini.
Team Liquid ID Sapu Bersih Menuju Posisi Kedua
Team Liquid ID masuk Week 9 dengan satu tujuan, yakni memastikan tempat di upper bracket bersama ONIC. Dan mereka melakukannya dengan sangat meyakinkan lewat dua 2-0 sweep, pertama menghajar Alter Ego di hari Jumat, lalu mengulang hal yang sama terhadap Geek Fam di hari Sabtu. Hasilnya, mereka naik ke 10 match point dan resmi mengunci seed kedua. Tanpa drama, tanpa perlu game ketiga.
Rotasi dan fleksibilitas draft TLID terlihat matang sepanjang pekan ini. Macro game mereka terus berkembang sejak pertengahan musim, dan melangkah ke playoff dari upper bracket memberi mereka peluang nyata untuk berbicara banyak di bulan Juni.
Bigetron Tampil Clutch
Bigetron by Vitality masuk Week 9 dalam posisi terjepit, dan mereka merespons dengan performa terganas sepanjang split ini. Kemenangan 2-1 atas Dewa United di hari Jumat membalikkan klasemen, lalu mereka melanjutkannya dengan menjatuhkan ONIC 2-1 di hari Sabtu. Dua kemenangan dalam satu pekan mendongkrak BTR ke 9 match point, cukup untuk finis di posisi keempat secara keseluruhan.
Kekalahan itu pasti terasa menyakitkan bagi Dewa United. Masuk pekan ini di posisi kedua, Dewa tentu berharap bisa mempertahankan tiket upper bracket mereka. Tapi hasilnya mereka turun ke posisi tiga dengan 9 poin, tetap lolos playoff, namun harus memulai dari seed yang lebih rendah dari rencana semula.
๐ Alter Ego: Upset Terbesar di MPL ID S17
Ini yang bakal jadi bahan obrolan berminggu-minggu ke depan.
Alter Ego, runner-up MLBB M7 World Championship, gagal lolos playoff. Kalimat ini pun masih terasa tidak nyata untuk ditulis. AE masuk Week 9 dalam kondisi berat setelah dua kekalahan beruntun di Week 8 melawan ONIC dan BTR, terdampar di posisi ketujuh dengan 7 poin. Mereka butuh kemenangan. Yang mereka dapat justru sebaliknya.
TLID menyapu mereka di hari Jumat. Lalu di hari Sabtu, RRQ Hoshi, tim yang sudah tersingkir secara matematis sejak Week 7 dengan hanya dua kemenangan sepanjang musim, mencatatkan upset 2-1 yang sekaligus mengakhiri musim Alter Ego di tempat. RRQ tidak punya apa-apa yang perlu diperjuangkan. AE justru mempertaruhkan segalanya. Dan RRQ menang.
Finalis M7 World Championship pulang sebelum playoff bahkan dimulai. Posisi ketujuh. Tujuh menang, sembilan kalah. Regular season yang ingin segera dilupakan oleh sebuah roster yang tadinya digadang-gadang bisa mengimbangi ONIC dalam perebutan gelar.
Geek Fam Selamat, NAVI Tidak
Satu tempat playoff terakhir baru ditentukan pada malam Minggu. Geek Fam dan NAVI sama-sama tahu hanya satu dari mereka yang bisa melaju. NAVI sempat menjadi tim paling panas di papan bawah, meraih tiga kemenangan beruntun atas BTR, EVOS, dan RRQ. Kebangkitan di akhir musim itu sempat membuat para pendukung mereka bermimpi tentang comeback ajaib.
Tapi Geek Fam menutup pintu itu rapat-rapat. Dengan mengunci tempat terakhir lewat 8 match point, mereka memotong harapan NAVI untuk mencatatkan salah satu comeback paling dramatis dalam sejarah MPL Indonesia. NAVI finis kedelapan dengan 6 poin dan rekor 6-10. Talentanya ada. Tapi awal musim mereka sama sekali tidak mendukung.
๐ Klasemen Akhir MPL Indonesia Season 17
| Peringkat | Tim | Poin | Rekor | Status |
| 1 | ONIC | 13 | 13-3 | โ Upper Bracket |
| 2 | Team Liquid ID | 10 | 10-6 | โ Upper Bracket |
| 3 | Dewa United | 9 | 9-7 | โ Lower Bracket |
| 4 | Bigetron by Vitality | 9 | 9-7 | โ Lower Bracket |
| 5 | EVOS | 8 | 8-8 | โ Lower Bracket |
| 6 | Geek Fam | 8 | 8-8 | โ Lower Bracket |
| 7 | Alter Ego | 7 | 7-9 | โ Tersingkir |
| 8 | NAVI | 6 | 6-10 | โ Tersingkir |
| 9 | RRQ Hoshi | 2 | 2-14 | โ Tersingkir |
Tim di peringkat 1 dan 2 langsung melompat ke semifinal upper bracket. Tim di peringkat 3 sampai 6 memulai perjalanan dari babak Play-Ins sistem gugur di kuartefinal.
๐ฏ Selanjutnya: Playoff di Velodrome
MPL ID S17 Playoffs dimulai pada 10 Juni hingga 14 Juni di Jakarta International Velodrome. Format turnamen ini memberi tim upper bracket satu jaring pengaman: kalah sekali dan mereka turun ke lower bracket, bukan langsung pulang. Sebaliknya, tim lower bracket tidak punya kesempatan kedua di babak pertama.
Semua pertandingan menggunakan format Best of 5, kecuali Lower Bracket Final dan Grand Final yang dimainkan dalam format Best of 7.
Dua finalis Grand Final akan mewakili Indonesia di MSC 2026, kejuaraan internasional mid-season. Itulah hadiah sesungguhnya di sini. Gelar domestik tentu penting, tapi tiket MSC yang membawamu ke panggung global.
Pertandingan yang Wajib Dinantikan
- ONIC vs. bracket: Adakah yang bisa menghentikan Kairi dan kawan-kawan untuk mempertahankan gelar? Dua dari tiga kekalahan regular season mereka datang dari BTR, yang kini memulai dari lower bracket. Kalau BTR berhasil naik cukup tinggi untuk rematch, ONIC tahu betul dari pengalaman bahwa Bigetron bisa menyakiti mereka.
- Momentum Team Liquid ID: TLID menutup regular season sebagai tim terbaik kedua Indonesia dengan selisih yang cukup jelas. Tapi playoff itu beda cerita, dan catatan Bo5 mereka musim ini belum pernah benar-benar diuji.
- Kebangkitan Dewa United: Dewa turun dari posisi dua ke tiga setelah kalah dari BTR di Week 9. Memulai dari lower bracket padahal sudah membayangkan upper bracket itu pukulan tersendiri secara mental. Seberapa cepat mereka bangkit dari kekecewaan itu bisa menentukan sejauh mana perjalanan mereka di turnamen ini.
- Geek Fam sebagai wildcard: Mereka lolos dengan susah payah. Tapi di sisi lain, mereka juga sudah pernah mengalahkan ONIC musim ini. Geek Fam dalam kondisi terbaik bisa mengejutkan siapa saja. Pertanyaannya adalah apakah performa terbaik itu bisa mereka jaga secara konsisten sepanjang Bo5.
Regular season sudah menyajikan sembilan pekan penuh cerita. Kini Velodrome punya lima hari untuk menuntaskan semuanya.